Top Social

Bring world into Words

Liburan Ke Inggris: Ngubekin Liverpool dan London

Senin, 26 Mei 2014
Ngomongin Inggris, yang langsung terbayang oleh saya adalah liganya yang sudah jadi industri olahraga yang besar di Eropa, bahkan dunia. Rate yang semakin tinggi kalau stasiun TV lokal pengin ngerelay jadi salah satu bukti liga Inggris alias Barclays Premier League jadi primadona tayangan sepakbola. Sedih juga,  saya jadi ga bisa nonton secara full pertandingan tim kesayangan saya.

Di  sebelah timur sungai Merseyside, terdapat home base klub sepakbola favorit saya, Liverpool. Klub yang dijuluki si Merah ini sempurna mencuri perhatian dan kecintaan saya. Mulai ngefans sama si Merah setelah menyaksikan pertandingan mereka pada putaran final UEFA Cup di tahun 2002 saat berhadapan dengan klub asal Jerman, Bayern Leverkusen. Meski waktu itu akhirnya mereka harus kalah 2-4,  tetep cinta dan ngefans  sampe sekarang. Untuk tahun ini harus puas di posisi ke dua dan memperpanjang lagi puasa gelar liganya, tapi sudah kadung cinta, mau gimana lagi? Ahay, lebay ya.

Kalau minggu kemarin ini Real Madrid mencatatkan La Decimanya untuk gelar Champions, maka Liverpool jadi pemegang rekor terbanyak trofi Champions ini, yakni sebanyak 5 kali dan belum terlampaui oleh klub-klub lokal di Inggris. Iya sih, baru setengahnya El Real.  Ga papa, mudah-mudahan musim ini bisa dapet trebel. Liga, Champions plus FA, hehehe.... Kangen liat Gerrard sang kapten mengangkat trofi.

Stadium Anfield

Stadium Anfield  sudah puluhan tahun menjadi saksi pertandingan besar mulai dari ajang derby Merseyside: kontra saudara tuanya Everton FC,  big match  duel lawan saingan klasiknya Manchester United, Arsenal, Chelsea sampai pertandingan antar klub Eropa sampai pertandingan kontra Juventus di ajang Champions yang dikenang dengan tragedi Heysel pada tahun 1985. :(

Makanya begitu tahu Mister Potato ngadain lomba nulis dengan reward jalan-jalan ke Inggris, saya langsung kepincut. Kali aja iya beneran menang. Horeeeee :D

Suporter The Reds, The Kopites, dikenal sebagai fans yang loyal, punya chemistry dan romantisme tersendiri. Dibawahan asuhan Bill Shankly  dilanjutkan Bob Paisley dan Joe Fagan, Liverpool menjelma jadi kampiun di Inggris dan Eropa sampai akhir tahun 80an. Sama romantisnya dengan lagu-lagu dari The Beatles, band kondang tahun asal  Liverpool juga .

Selain stadion Anfield, saya juga pengen nyambangin venue lainnya di kota ini. Ini salah satu alasan  kenapa saya harus dapet tiket gratis jalan ke Inggris (pede bener, ya). Menapaktilasi sejarah panjangnya Liverpool dan The Beatles, dua legenda yang sangat mendunia. Sambil menyanyikan lagu In My Lifenya The Beatles, kayaknya pas banget, ya. Cieeee

There's a place I remember
All my my life though some have change
Some forever not for better
Some have gone and have some remain
All the palce have their moments
With lover and friends, I Still can recall
 Some are dead and some are living
In My Life I love them all
Ada yang datang dan ada yang pergi. Yup, formasi The Beatles memang sudah tiak selengkap dulu. Legenda klub Liverpool seperti Bill Shankly atau Bob Paisley pun sudah lama pergi. Tapi kita masih bisa melihat saksi sejarahnya dengan mengunjungi tempat-tempat seperti ini.


Stadion Anfield
 Ini adalah venue yang wajib saya datangi kalau datang ke sana. Ga nonton pertandingannya, minimal saya bisa muter-muter Anfield stadion.

Berbeda dengan Indonesia, karakter penonton di liga Inggris itu sopan dan anteng menikmati pertandingan. Enggak usah takut bakal ada tawuran atau penonton yang turun ke lapang dan bikin rusuh.  Sepanjang pertandingan biasanya mereka bakal terus-terusan menyanyikan anthemenya, "You'll Never Walk Alone" sambil membentangkan syal atau atribut lain dengan gambar Liver Bird, maskot kebanggaan mereka. Wih, atmosfer yang bisa bikin saya merinding.

Eh, kok  bisa ya, di antara poster dan aneka pernik yang dibentang para suporter  ada foto saya mejeng di sana? Hahaha... hoax?  Ini  mah saya sendiri yang utak-atik fitur efek foto dan pas kebetulan dapet templatenya Stadion Anfield, yipiiiii.... Kalo udah jodoh, enggak kan kemana, ya (jodoh sebagai fans, dong).

Gambar ini pake template dari funnywow

Empat tahun berselang setelah tragedi Heysel, Liverpool punya catatan  lain dalam sejarahnya yang bikin miris soal bangku penonton. Tragedi Hillsborough  menewaskan 96 suporternya di pertandingan seminfinal FA, saat bertemu dengan Notingham Forest pada 15 April 1989. Salah satu korban yang meninggal adalah John Paul Gilhooley, sepupunya kapten the The Reds, Steven Gerrard. Mungkin ini adalah salah satu alasan kenapa seorang SG8 sampai segitunya bermain total untuk klubnya dan menolak bujuk rayu klub besar lain. Aih, kapten, salute, for you!

Setelah dilakukan serangkaian investigasi, akhirnya ditetapkan kalau stadion-stadion di Inggris harus diseting dengan tribun seperti sekarang. Dulu sih, stadion di sana masih pake pembatas, masih ada kelas festival alias tribun berdiri seperti di Indonesia. Keputusan mendekatkan kursi penonton dengan pinggir lapang malah membuat para fans di Inggris jadi penonton yang manis dan enggak rusuh-rusuh. Kira-kira kalau stadion di Indonesia mengadopsi sistem ini masih tawuran, ga, ya? Entah. Yang jelas mah, tiketnya bakalan tambah  mahal. Dengan sistem sekarang aja masih dicatut sama para calo.

Sebenarnya ada banyak pelajaran dan filosofi lho yang bisa didapatkan dari sepakbola. Bukan cuma kejar-kejaran dan rebutan bola antara 22 orang pemain. Ada unsur sejarah, hiburan, adu kecerdasan, sportifitas, sampai gepokan euro yang bisa dikumpulkan dengan manajemen yang profesional.

The Beatles Story
Jangan lewatkan juga dong museum yang satu ini. Di sini para fans bisa menikmati galeri yang memaerkan foto-foto jadul para punggawa The Beatles, Koleksi album dan berbagai alat musik yang pernah dipakai oleh mereka.
credit

 Saya juga kepengin juga menikmati sajian Fab 4D, yang menceritakan sejarah The Beatles dengan tampilan  4 Dimensi dengan special effect yang super keren.
credit
FYI, Liverpool jadi  kota  kedua - setelah Glasgow - di kerajaan Inggris Raya yang terpilih sebagai kota kebudayaan Eropa.  Tepatnya pada tahun 2008 Liverpool menyandang gelar ini barengan dengan kota Stavanger dari Norwegia.  Baru dapat giliran lagi menggelar European Capital of Culture pada tahun 2023. Selain sepak bola dan musiknya, Liverpool punya banyak sisi lain yang menarik dengan standar budaya Eropa yang tinggi.

Venue Lainnya

 Waktu yang disediakan  buat  jalan-jalan di Ingggris ini kurang lebih sekitar seminggu. Karena judulnya jalan-jalan ke Inggris, enggak puas dong kalau cuma ngubek-ngubek Liverpool aja.  Habis muterin 3 kandang klub  liga Inggris yang bermarkas di London, Arsenal, Chelsea dan  ditambah stadion White Heart Lane miliknya Tottenham Hotspur. Venue lainnya seperti Jam Big Ben, Istana Buckingham, Trafalgar Square, London Eye yang terletak di tepian sungai Thames, Westminster Abbey dan King Cross Street yang semuanya masih berada dalam satu kota, London. Nah ini baru puas. Kalau bisa lebih malah! hahaha... *maruk, ih!*

credit

Yang menarik dari jam Big Ben adalah perubahan permukaan tanahnya yang membuatnya miring ke arah barat laut beberapa inchi setiap tahunnya. Penasaran, kenapa yang identik dengan menara miring cuma Eiffel aja, ya? Itu baru  Big Ben, belum venue lainnya yang bakalan sayang banget buat dilewatkan.
  
Pokoknya saya ngebet pisan lah buat diajakin jalan-jalan gratis ke negerinya Pangeran Charles ini. Soal camilan,  saya ga usah cemas buat nyari Mister Potato selama berada di sana. Available, tersedia di sana juga, kok. Secara kudapan yang terbuat dari kentang asli ini ternyata  Global Snack Partnernya Manchester United, lho. Sip deh!



6 komentar on "Liburan Ke Inggris: Ngubekin Liverpool dan London"
  1. super good luck teh efiiiii :) kudunya teh efi jadi pembawa acara sepakbola hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Hihihi secara aku fans bola, jadi yang dibahas ya bolana weh lah ku aku mah :D

      Hapus
  2. Wah kalo suamiku hooligan beratnya Arsenal mak..sukses ngontesnya ya ;)

    BalasHapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.