Top Social

Bring world into Words

Prompt#47: Kecanduan Dunia Malam

Jumat, 18 April 2014
Sudah jam sebelas malam. Aku harus berusaha keras menahan agar kelopak mataku tidak terasa berat digelayuti kantuk yang merecoki. Tidak bisa tidak, aku tidak boleh melewatkannya.  Tidak pernah terbayangkan sebelumnya kalau benda yang satu ini akan membuatku tergila-gila. Satu mahluk gokil yang harus ku salahkan adalah Yoyo. Teman lama yang mengenalkanku pada dunia malam yang kuakrabi, dunia malam yang membuatku tergila pada si manis itu.


Aku merapatkan jaket, dingin yang menyusup di setiap inci wajahku semakin terasa. Aku menggosok-gosokkan telapak tangan, berusaha memancing kehangatan sebelum kuusapkan pada kedua pipiku.

“Sialan, kamu, Yo. Gara-gara kamu, aku jadi kurang tidur.”

Yoyo tertawa, “Tapi kamu tidak pernah menolak untuk menikmatinya.”

“Satu peerku setiap pagi, aku harus maskeran muka nih. Kulitku jadi terasa kering, mataku jadi kayak panda,” tudingku. 

“Ah, dari dulu pun  kamu ratu centil, doyan ngurus badan biar kinclong.”

“Itu sih udah semestinya. Belanja maskeranku jadi nambah, belum termasuk untuk keranjingan yang satu ini,” aku merajuk.

Lima menit lagi kami sampai. Sengaja aku dan Yoyo memilih untuk berjalan kaki, menyusuri gang-gang sempit dari rumahku selama setengah jam.  

“Lihat, antriannya sudah  banyak betul.” Yoyo menunjuk ujung jalan. Aku mengangguk.  Setidaknya aku harus menunggu setengah jam untuk mendapatkan si manis. Ah,  sebandinglah. Tidak ada yang bisa mengalahkan sensasi dari racikan Mbah Waris untuk yang satu ini.

Kami ada di antrian ke-10. Aku mengeluarkan gadget, mengusir bosan sambil menunggu pesanan kami matang. 

Sepasang suami istri berpapasan dengan kami, mengangguk sambil tersenyum. Sang suami menenteng plastik di tangannya, menguarkan aroma yang menusuk hidung. Gairahku semakin memuncak. Aku tidak sabar untuk segera menikmati jagung bakar yang hanya dijual tengah malam hingga pagi menjelang.

*266 kata*
5 komentar on "Prompt#47: Kecanduan Dunia Malam"
  1. ternyata dunia malam di tukang jagung bakar :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha ga harus selalu ke disko kan?

      Hapus
  2. ooo,,, mariyuananya jagung bakar to hehehe :)

    BalasHapus
  3. lah kenapa cuma ada tengah malam? saya kira bir haha

    BalasHapus
  4. Hahaha.. pantesan kok ada suami istri bawa kresek xP

    BalasHapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.