Top Social

Bring world into Words

Prompt #38: From Canada to Indonesia

Selasa, 11 Februari 2014


Prompt #38: From Canada to Indonesia
source : Yahoo

Ikon dengan nickname Bonanza berkedip, sebentar kemudian avatar YMnya berwarna kuning terang. BUZZ.... Ah, Kaka is on the air. Gegas aku menyingkirkan aneka remeh temeh yang bakal membuat perhatianku terpecah.

“Fay,..” Ika memanggilku dengan mulutnya yang penuh, mengeja namaku dengan lafal yang ngaco. Ratu ngemil yang badannya tetap langsing ini selalu bikin aku ngiri. Bandingkan dengan aku yang ngemil sedikit lebih banyak saja, jarum timbangan yang aku jejaki seolah ingin kabur ke kuadran kedua.

“Hmmm,...” aku menyahut asal. Ganggu orang saja.

“Menurut lo, si Neo bakal serius sama ucapannya, ga?”

Aku menoleh sebal. Layar di netbookku menunjukkan isyarat Kaka is writing a message. Baiklah, aku ladeni sebentar mahluk cerewet ini.

“Kayaknya enggak deh Ka,”

“Kenapa?” kejar Ika.

       “Karena si Neo udah cape dan mutusin menyerah,” sahutku asal.


“Kok bisa?”

“Bisa aja dong.”

“Alasannya?”

Argh, Ikaaaa! Rasanya aku kepengin menjawil hidung tirusmu yang juga sukses bikin aku sirik.

“Ka, gue lagi sibuk. Bisa tunggu sebentar, ga?”

“Sampe kapan?” Ika beringsut, menghampiriku. Nah, selain kebawelan, kekepoan nona manis ini kadang suka salah waktu, seperti sekarang.

Kepalang, masa sih aku harus menutup netbook sekarang? Aku pasrah membiarkan Ika mengintip baris-baris chat di layar Ymku
.
“Kaka? Kamu chat sama Kaka Slank?” polos saja mimik muka Ika menatapku.

“Bukan,  sama Bimbim!” 

“Hah?”

“Ih Ika, frekuensinya elo setel dulu deh pake waktu GMT +7. Yang chat sama gue ini cowok Kanada, neng.”

Ika nyengir kenes. “Cieeee,... LDR nih?”

Aku melempar bantal kursi ke arah Ika asal-asalan, sementara kedua bola mataku terus lekat menekuri layar. Saat semua orang asik dengan aplikasi chat BBM, Line dan apalah itu, aku malah betah berlama-lama YMan sama cowok Kanada  ini.  Mukanya lebih mirip cowok Asia karena  kakeknya memang asal Bangladesh,   hijrah ke Kanada tahun 1950an.

“Bukan.”

“Ngelak nh? Mukanya merah gitu.”

Aku memonyongkan mulut, lebih dower dari si Mio ikan Koi peliharaanku, membuat aku mengabaikan Kaka beberapa saat.

“Are you bussy?” tanya Kaka.

“Tidak. I am just have an intruder here,” balasku singkat. Ika ngakak membaca replyku

“Saya mau ke Indonesia bulan depan, bisa ketemu?” tanya Kaka lagi.

Ika menjerit norak! Yang mau didatengin siapa, coba? Aku meleletkan lidah ke arah Ika.

“Jauh lho, Kaka. Uhm, it will cost you alot,” aku berbasa-basi. Padahal gemuruh dadaku mati-matian kusembunyikan dari radar Ika.

“Tentu tidak,  I have promised to my wife,..”

Hah? Wife? Once again, please? Coba aku ngobrol pake voice chat, agar lebih yakin. Baru tiga bulan kurang aku mengenal Kaka lewat jejaring sosial  yang bertukar belajar bahasa asing. Waktu itu aku menemukan Kaka yang sedang mencari mentor bahasa Indonesia.

“Ups, maaf. Saya belum cerita. I was get married before we met, my wife very please to visit your country. Kamu punya waktu Juni nanti?”

Ya tentu saja, Juni nanti kan, sudah libur semester.

“Sampai nanti, Farra. Oh, ya, ada salam dari istriku”

“Hi too,” balasku lemas.

Ika menepuk pundakku, mencoba untuk menghibur.                         

“Sampai mana tentang si Neo tadi, Ka?” tanyaku lesu.



14 komentar on "Prompt #38: From Canada to Indonesia"
  1. Kereeen endingnya euy! Ternyata dirimu jagoan flash fiction ya, Mak? Siiip!

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi spontanitas mak, tiba-tiba aja terpikir terus langsung eksekusi. :D asiiik, makasih kalau dibilang keren *geer banget, ya?*

      Hapus
  2. Hahaha. Lucu. Ga kebayang ekspresi si Fay. Oke, sampai di mana tadi si Neo? *suka endingnya ;)

    BalasHapus
  3. Salah ya ternyata, salah berharap. Asyik nih mbak


    BalasHapus
  4. Yaelah Kakaaa..., gemes deh :( lagian iya sih kan dia gak mungkin kasih pengumuman kalo dia udah merit kalo gak ditanya, hihiiii, cewek deh emang kadang suka geer sendiri :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu dia, cinta dalam diam. Suka seneng duluan sama yang baek, ramah, padahal mungkin si cowok emang baik n ramah sama semua orang, ya? Ah cewek suka ngarep ga jelas, sih :P

      Hapus
  5. xixixi.... gatot deh pedekate. Udah punya istri ternyata

    BalasHapus
    Balasan
    1. berasa dipedekatein ya Donna. Berasa keren punya gebetan bule. Padahal si bule biasa aja. hehehe

      Hapus
  6. Balasan
    1. Hiks hiks iya, mau2nya lagi di-php in hehehe

      Hapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.