Top Social

Bring world into Words

Rain, You and A Thousand Years

Selasa, 21 Januari 2014

Tampias hujan perlahan luruh satu-satu ke bumi. Aku masih menikmati petikan akustik favoritku,  perlahan lirih menari di rumah siputku. Seribu tahun? Itu konyol, nabi Adam saja tidak hidup selama itu. Aku bukan manusia abadi seperti cerita klasik Connor MacLeod. Kamu tahu? Dalam satu kisah, 60 tahun jatah hidup Adam malah ia berikan untuk seorang hamba yang ruhnya paling bersinar. Bagaimana denganmu?



Rain, You and A Thousand Years
sumber gambar dari sini

Aku merapatkan jaket coklat serupa warna tanah liat. Aroma khas sore ini semakin menghadirkan warna sephiamu.  Aku benci bayanganmu, sama bencinya dengan inginku untuk bisa menatap lagi teduh matamu.



And all along I believed
I would find you
Time has brought
Your heart to me
I have loved you for a
Thousand years
I'll love you for a
Thousand more
One step closer


Sekarang, Katakan, bagaimana caranya  aku bisa menemukanmu?




9 komentar on "Rain, You and A Thousand Years"
  1. mbk,sblmnya minta maaf,mw tanya..ini memang fontnya model gitu apa lepi saya ya yg eror,,,susah dibaca,g fokus gitu hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang kebacanya gimana, mak? Aku pake font sama kayak posting sebelumnya kok. Aneh, ya? :D Di lappyku kebaca sih. Mungkin servernya lagi down, kali, ya? *eh ngaruh ga sih?*

      Hapus
  2. Ooh lepinya/windowsnya mak Hanna gak support sama jenis huruf mak Effi keknya. Sama saya kebaca koq.

    Mak Effi .... waah indah sekali diksinya ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mungkin begitu Mak Hanna :D
      Terima kasih Mak Niar, kepengin banget bisa bikin buku novel. Sambil belajar nih :)

      Hapus
  3. Menatap hujan sambil merenenungi semua yg telah terjadi,, heheehehe :D ,, keren banget teh Efi ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sambil ngelamun terus nyesap minuman hangat ditemenin lagu.... asal jangan keterusan ya hehe

      Hapus
  4. aq juga selalu cinta hujan maakk :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku suka aroma bau tanahnya kalau sudah reda, mak :)

      Hapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.