Top Social

Bring world into Words

Review Buku 2013 Sudah, Belum dan Pengen Baca

Senin, 30 Desember 2013


Hei..... sudah penghujung 2013, ya?
Saya mau bikin review ah, tapi bukan peristiwa.

Abis apaan, dong?
Buku. Iya, saya mau review buku-buku yang saya baca di tahun 2013 ini. Bukan resensi, ya semacam kilas balik.  Mau tau buku apa saja yang saya baca di tahun 2013?
Ini nih....





Yang Selesai Dibaca
 Beberapa buku ada yang sudah saya buat resensinya di blog ini, beberapa belum. Kenapa ga dibuat? errr, keburu lupa! hihihi.... Kecuali ON-nya  Jamil Az-zaini, semua buku di atas udah beres saya baca. Pengennya sih yang ON ini pengen saya khatamin segera juga.
 Saya mau cerita gimana saya dapetin buku-buku di atas dan kenapa saya pilih buat diboyong sebagai penghuni lemari buku saya ya. Saya cerita bukan berdasar rating kualitas, itu mah udah ada di akun GR alias Good Reads punya saya. di http://goodreads.com/justefi

Di Serambi Mekah
Buku Tasaro yang pertama kali saya baca adalah Muhammad Penggenggam Hujan, dan langsung tamat! berlanjut buku-buku Tasaro lainnya seperti Pengeja Hujan, Nibiru, Kinanthi. Nah, Di Serambi Mekah ini ga sengaja saya temukan di bursa obral bukunya Gramedia. Pas saya dateng ke Gramedia dan lihat buku itu sendirian tanpa teman, saya ga tega membiarkannya. Ditambah buku itu udah ga dicetak lagi, ga pake babibu, saya bawa ke kasir untuk saya pinang eh saya bayar!  Buku yang ditulis dengan seting Aceh di masa pemberontakan GAM dan musibah Tsunami itu, konon bakal ada sequelnya, dengan judul Aku Angin, Engkaulah Samudra. 

Sewindu, Cinta Itu Tentang Waktu
Masih bukunya Tasaro juga, kalau mau baca resensinya, monggo ada di blog ini juga. Kalau Sewindu ini bercerita tentang kisah Tasaro sendiri, semam autobiografi gitu dengan sentuhan khas ala Tasaro seperti novel-novelnya yang lain. Karena yang ditulis adalah perjalanan hidup, mungkin gregetnya beda sama novel yang imajinasinya lebih bebas. But,.... kita masih bisa menikmati permainan kata ala Tasaro yang puitis dan unik itu.

Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta (TSKD)
Di tahun 2013 ini sepertinya jadi tahun produktifnya Tasaro, karena ga lama setelah menerbitkan Sewindu, terbit TSKD yang bercerita kompilasi cerita-cerita Tasaro. Karena namanya juga kompilasi, alur konflik yang dibangun lebih pendek. Ada yang saya suka dan ada yang  bikin jdat saya bekerut, eh ini mah kayaknya bukan tipenya Tasaro gitu. Hehehe... 

 Ciri khas Tasaro adalah selain pemilihan nama karakternya yang unik, adalah kuatnya latar belakang Tasaro dalam berbagai cerita/novelnya. Secara tidak langsung kita langsung teringat perjalanan Tasaro mulai dari masa kecil sampai sekarang dalam berbagai novelnya. Seperti karakter Kinanthi, Maru, Sutha dan Bhumi yang punya banyak kesamaan dengan latar belakang Tasaro.

Sekotak Cinta Buat Sakinah
Kalau ini buku cerita untuk anak yang ditulis teman saya, Irma Irawati. Resensinya juga saya publish di blog saya ini. Rekomendasi buat hadiah/kado anak/saudara/keponakan yang masih galau dan ogah nyantri di pesantren. SCBS  ini mengangkat cerita kalau pesantren itu jauh dari image terbelakang dan kaku.

Takhta Awan
Buku kedua dari trilogi Takudar, The Road to Empire yang ditulis Sinta Yudisia. Novel ini mengambil latar sejarah keturunan  Jengis Khan dan usaha mengenalkan islam di Mongolia sana dengan cara yang santun dan lembut meski peperangan, intrik politik dan perang 'saudara' tidak bisa terhindarkan. Takhta Awan ini bikin saya exciting, penasaran sekaligus larut dalam kesedihan karena ada banyak tokoh-tokoh protagonis yang gugur dalam peperangan. 
Seperti yang pernah di bahas dalam kelas diskusi di fanpagenya Tasaro, membuat novel sejarah itu punya tantangan sendiri. Ada fakta sejarah yang tidak bisa kita terabas, di sisi lain kita bisa memainkan imajinasi dengan memainkan celah yang ada di antara fakta sejarah itu. Kalau masih pusing, mungkin ilustrasi karakter Kashva dalam novel Muhamad Penggenggam Hujan bisa jadi contoh, fakta sejarah dan alur fiksi masih bisa hadir tanpa saling mengganggu.  Logi ketiga dari Takudar ini belum terbit, mudah-mudahan segera keluar.

Negeri Van Oranje
Setelah 5 cm, Edensor dan novel-novel lainnya, buat saya Negeri van Oranje ini bakalan keren kalau diangkat ke layar lebar alias film. Kendalanya mungkin selain setting venue-nya di Belanda dan beberapa negara tetangga Eropa, juga scene festival tertentu yang berlangsung dalam periode tertentu. Lucu, inspiratif dan informatif karena selain bercerita perjalanan 5 mahasiswa Indonesia di Belanda, disertakan tips untuk menghadapi berbagai hal yang bisa atau sangat mungkin akan dijumpai di sana. O, ya moral story dalam novel ini adalah, jadi mahasiswa asing di Eropa sana ga mudah. Selain harus bertahan hidup dengan biaya hidup yang ga murah, kudu mau jungkir balik menyelesaikan kuliah sebelum dateline. 

The Magician, The Sorceress, The Necromancer & The Warlock
Gila bener deh pas saya borong buku ini. Secara saya telat 'ngeh' dan sekalinya beli langsung saya borong logi ke-2 dan kelimanya sekaligus. Adik saya sampai geleng-geleng kepala pas lihat saya borong buku ini. Eh tapi selain buku-buku ini emang udah agak lewat masanya, juga harganya yang sangat miring. Normalnya dijual sekitar Rp. 85.000/judul. Tapi waktu dapet buku-buku ini di Pesta Buku Bandung, saya cuma perlu bayar kurang dari Rp. 160.000 untuk semuanya. Rata-rata ga sampai Rp. 40.000an, ya. 
Asiknya buku-buku karya Michael Scott ini adalah kelihaiannya memadukan  unsur fiksi fantasi dan sejarah Bayangkan deh, ada Machiavelli, Bily The Kids, Joan of Arch, Shakespeare, Paris Saint Germain, Iris dan Osiris, Ares dewa perang dalam itologi Yunani itu, John Dee, Palamedes dan banyak lagi tokoh sejarah dan mitos dunia hadir dalam novel ini, berperan adu sihir untuk menguasai dunia. Selain tokoh-tokoh yang nyata dan familiar di telinga kita, venue yang di ceritakan dalamlogi The Alchemyst ini beneran ada, misalnya lorong Kotakombe di Paris. Saking serunya, novel yang rata-ata tebalnya 600an halaman ini bisa saya tamatkan 3-4 hari saja. Susah berhentinya. Seri terakhiryang juga jadi ending, the Echantress sudah rilis awal tahun 2013 ini, tapi saya belum beli. Ada yang mau ngasih? hehehe.

The Romantic Girl (TRG) : Friendloveship
Serial The Wallflower yang ditulis Ifa Avianty ini khas banget dengan mainstream yang diusung penulis. Lagu-lagu 80's malah beberapa puluh tahun ke belakang, latar belakang tokoh-tokoh yang berasal dari trah ningrat atau bule jadi bumbu cerita ditambah dengan karakter yang muncul dalam jumlah banyak dan saling terikat satu sama lain dalam jalinan konflik yang apik dan kehebohan tokoh-tokoh di dalamnya.Ternyata selain Friendloveship, masih ada sequel berikutnya. Saya belum sempet nyari tuh dan kepengin mengoleksinya lengkap. Hihihi...

Ranu dan Home
Selain menulis solo, Ifa Avianty juga menulis buku duet bareng Dayana Azzura penulis  Tahta  Mahameru. Tanpa menghilangkan ciri khas masing-masing penulis, pembaca jadi tahu seluk beluk dunia fotografi dari Dayana Azzura. 
Sedangkan kalau Home, buku yang ditulis Ifa Avianty ini lebih ramai lagi, sepertinya rekor deh dengan kemunculan karakter yang jumlahnya lusinan.
kedua buku ini saya dapatkan dari penulisnya langsung sebagai apresiasi dari teh Ifa buat resensi The Romantic Girl yang saya buat.Ternyata pas saya posting resensi TRG ini berbarengan dengan momentnya teh Ifa yang sedang merayakan eksistensinya menulis dengan berbagi dua novel anyar ini. Eh, saya terpilih satu dari 5 blogger yang meresensi buku-bukunya. Horeeee.... ini namanya rejeki nomplok :D

CineUs
Selain nama saya dan penulisnya yang terdengar sama (cuma dibedakan) satu huruf, ternyata saya dan Evi juga berasal dari satu kampus yang sama meski beda jurusan. Pertama kali ketemu Evi pas acara Blogger Nusantara 2013 di Jogja dan diajakin buat ikutan lomba resensi novelnya. Resensi yang satu ini masih hangat saya buat. Mudah-mudahan ada kesamaan lainnya lagi antara saya dan Evi yaitu, sama-sama punya buku solo. Aamiin.

The Iron Man
Gara-gara baca  Cewek-cewek Tulalit dan Gokil Traveller yang ditulis Iwok Abqary, akhirnya saya tergoda juga untuk membeli The Iron Man pas pesta buku Februari lalu. Tipikal khas Iwok yang lucu, dan gokil.  Istilah sundanesenya adalah landong baued, pas buat melumerkan hati yang galau dan muka yang bete.

Yang belum Khatam
Nah, diantara tumpukan buku di atas itu, buku ON-nya jamil Azzaini belum selesai saya baca. Mudah-mudahan awal tahun depan selain khatam, saya bisa aplikasikan ke-4 ON yang dibahas di buku itu. Selain ON, masih ada koleksi buku yang saya beli tahun ini atau sebelumnya dann belum saya tamatkan. Beginilah kalau lapar mata, pengen baca, boyong tapi belum kesampaian untuk diselesaikan. 
Mau tau? nih.... tara......

Yang paling susah saya selesaikan adalah In Search of Fatima, yang saya beli di tahun 2007. bayangin, 6 tahun belum beres. Sebenernya cerita yang diangkat dari kisah nyata seorang gadis Palestina yang (terpaksa) eksodus ke Inggris saat invasi Israel ini seru. Karen Amstrong malah kasih apresiasi dan mengendorsnya. Mungkin faktor alih bahasanya yang bikin saya susah nemu chemistrynya. 
Lalu untuk novel Cinta untuk Cheche yang juga diangkat dari kisah nyata, yang bikin saya males menyelesaikannya selainada beberapa halaman yang cacat (blank) alurnya yang cenderung datar. Jadinya kurang greget dan saya kurang sabar buat menjabaninya. Alasan yang sama untuk Isildur, novel fantasi yang katanya masih ada  hubungannya dengan  fiksi fantasinya The Hobbit. Sisanya sih kebanyakan karena perhatian saya keburu teralihkan sama bacaan yang lain. 

Jadi resolusi saya di tahun 2014 ini mungkin yang paling realistis adalah menamatkan koleksi-koleksi di atas itu. Huhuhu... padahal masih ada judul-judul lain yang saya incer dan pengen saya beli dan baca di tahun 2014 nanti, seperti Titik Nol, novel-novel Jodie Picoult yang susah nemunya, The Echantress, Toto Chan (kemana aja, ceu?) dan deretan judul lainnya yang kalau saya sebutkan bisa bikin saya pusing dan nangis darah (lebay). Hahaha... as time fly by aja, deh.

Kamu sendiri, gimana?
12 komentar on "Review Buku 2013 Sudah, Belum dan Pengen Baca"
  1. waw..banyak amat buku yang Teteh Efi baca tahun ini...kerennn...

    BalasHapus
  2. aduuhh,,setahun ini aku bca brpa buku yaa,,

    BalasHapus
  3. Wuahhhhh...bnyak bgt koleksinya...aku malah kebalikannya, selama 2013 brp ya buku yang kubeli, malah belum semuanya kubaca... paket karya Ibnu ‘Atha’illah yg berisi 5 buku belum tamat kubaca, Novel Tere Liye "Ayahku (Bukan) Pembohong" malah baru dibaca judulnya doang.....

    BalasHapus
  4. tahun 2013 ini saya yakin kalau saya membaca buku lebih banyak dari tahun 2012.. alhamdulillah, tapi saya hanya mereview beberapa saja... :)

    BalasHapus
  5. Mbak, tukeran buku yuk. Aku juga suka baca

    BalasHapus
  6. @yoswa
    Pengennya lebih Yos, sebulan dua buku gitu minimal, sukur2 bisa seminggu satu buku Masih jauh dari target. :D

    BalasHapus
  7. @Tita Bunda Aisykha
    hayo inget-inget pesen mama *nyanyi lagu oppie*

    BalasHapus
  8. @Anton Wah bacaan Anton serius banget :) eh bikin jadwal deh. Paling enggakbawa satu buku kalo lagi ke mana-mana, bisa dibaca pas di jalan atau lagi nunggu. Sebulan satu buku mah bisa kayaknya khatam. :))

    BalasHapus
  9. @Riski Fitriasari
    Enakna kalau mau ngereview itu segera setelah baca ya, Ris. Biar ga keburu nguap. Suka males bolak-balik halaman. Aku sendiri tipe orang yang ga detil, suka males ngulik remeh temeh yang entah di mana :P

    BalasHapus
  10. Teh, sy ada buku yg recommended pisan.. WATIR 2

    BalasHapus
  11. @Adit Purana
    Baru denger, sigana bodor da. Buku siapa itu Dit?

    BalasHapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.