Top Social

Bring world into Words

Meet My Niece, Azka

Rabu, 25 Desember 2013
Kenalin, bocah kenes di sebelah kiri ini adalah keponakan saya. Usianya sudah 4,5 tahun. Kenapa saya sebut kenes? Meski tampangnya jauh beda sama Susan-nya Ria Enes, Azka atau lidah cadelnya menyebut dirinya Ata, adalah seperti semua anak-anak balita, kenes dan punya koleksi ungkapan yang ajaib.

Eh, jadi semua ballita ajaib? Iya, kalau menurut saya begitu. setiap bocah punya potensi yang kadang kita ga bisa menebaknya.

Lalu apa hubungannya sama kenes?



Begini ceritanya.
Satu waktu saya pernah mengunjungi rumah ortunya Ata (iya lah, bocah segede gini mana bisa ngajuin KPR ke Bank, kan?).  Saya yang lapar dan kepengin ngudap membuka pintu dan berniat mengayunkan kaki dengan mantap (gayanya kayak mau ke mana aja) menuju warung sebelah rumah. Lalu terciptalah dialog itu....

Azka : Pi, mau ke mana? *Ata memanggil saya dengan sebutan Upi karena saya lebih suka disebut Upi ketimbang Uwak. Ceritanya menyamarkan status biar ga keliatan tua hahaha...*

Saya : Mau ke warung.

Azka : Ata ikut...

Saya : kemon...

Saat saya mengajak  Azka ke luar dan mencari sendalnya, emaknya Azka yang dipanggilnya Umi itu berseru dari kamar.

Umi : Ta,  mau ke mana?

Azka : ke warung, Mi. Mau jajan....

Umi : Nih uangnya!

Taukah apa jawaban bocah ajaib ini?

*hening sesaat*

Azka : Ga usah Mi. Pake uang Upi aja *pasang muka polos*

Anak cerdas, hahaha...... Eh ga berarti saya pelit atau keki. Lah bocah ini, ga jajan gadget, kan? No problem... kemon Ataaa

Disleksia R

Setau saya, bocah seusia Azka ini masih suka kebolak balik menyimpan diksi atau perbendaharaan kata yang baru. Jadi kalau tidak bingung, ya suka kebolak satu kata dengan kata lainnya. Atau satu huruf dengan huruf lainnya. Buat nyebut huruf R sih lidahnya fasih bin lancar buat mengeja, cuma dalam pola tertentu, posisinya jadi tertukar. Misalnya...

"Mi,.... nyamuknya tebrang"
*maksudnya terbang*

"Mi, kapretnya, mana?"
*maksudnya karpet*

"Mi, kebraunya besarrr"
*maksudnya Kerbau*


Fans Berat Upin Ipin dan Sponge Bob
Karena belum sekolah, bocah ini jadi tv junkies. Ga semua cara tv sih. Dia ini paling suka nonton kartun  Upin Ipin, sponge Bob dan Barbie! *tepok jedat*
Ajaibnya untuk dialog Upin Ipin ini ada banyak epiosde yg dia sangat hafal. Sampai-sampai cengkok melayunya juga dapat.  Salah satunya adalah episodenya Jari Jemari Saleh. *Nah, ini kenapa saya tampak suka juga? ah ga tuh, biasa aja*. Kadang kalau sedang mandi, bibir mungilnya itu sibuk merapal dialog dalam serial Sponge Bob dan tampak terdengar lebih seperti menggrundel, sih. Enggak pagi, siang, atau sore, pokoknya kalau ada  dua serial itu tadi, fokusnya total sama tv. 

Penghafal Ulung
Hobinya Azka adalah streaming Youtube *hobi yang menguras stok kuota!*. Sudah diakalin buat download-in serial favoritnya itu masaih saja terlontar rikuesya untuk  buka video youtube. Ga asal video sih. Kalau bukan dua serial favoritnya itu tadi, Azka atau Ata ini suka minta dicarikan video lagu anak-anak. Dan lagu anak-anak favoritnya itu emang lagu anak-anak banget, kayak yang suka berkumandang dari toanya abang odong-odong itu. Seperti medley balonku-pelangi yang dinyanyikan Trio Kwek-Kwek. *Hobi yang jadul dan antik* Diputerin sekali dua kali langsung hafal!

Namanya juga anak-anak. Jadi  masih akrab sama yang namanya Ceu Kokom *ceu, maaf namamu kupinjam dan terbully sedikit* Maksudnya Miskom alias gagal paham. Sambil mandi *bukan contoh yang baik*, mulut mungilnya itu bernyanyi lagu Pelangi. Lalu sampailah di bait terakhir....

"Pelukismu Agus... siapa gerangan. Pelangi, pelangi cintaan Tuhan..."

Buahahaha, saya ga bisa menahan ketawa. Agus? sejak kapan dia jadi pelukis? :D. 

Azka cuma manyun sebentar lalu tersenyum malu-malu mengakui kesalahan. Sudah dikasih tau, tapi ternyata potensi persistennya kuat, masih saja salah dan konsisten dengan lirik ngasalnya itu.

Nah, yang namanya bocah, emang jangan suka dikasih janji asal. Percayalah, mereka itu perekam kuat dengan iming-iming atau apapun janji manis yang kita umbar. Malam itu, Azka minta dibukain situs youtube (lagi).

Azka : Pi... Ata mau lihat youtube
Saya : *Tepuk jedat. Udah waktunya tidur masih minta beginian*... Besok aja, ya? Kan udah malam. Tidur giiih.
Azka : Iya, Pi.

Lupa?
Tidak saudara-saudara....
Besok paginya, setela bangun tidur, Azka langsung menghampiri saya. 
Azka : Pi, buka youtube sekarang, kan?

Nah, betul, kan? So, moral storynya jangan suka asal janji. Syukur deh saya ga janjiin yang macem-macem.








5 komentar on "Meet My Niece, Azka "
  1. betul, jangan pernah janji dengan anak kecil kalau itu hanya untuk mengalihkan perhatian dia, ingatannya itu lhoo.... aammppuuuuun... :-(

    BalasHapus
  2. Hahaha kalau yang melukis bulan kira-kira siapa dik?

    BalasHapus
  3. @Riski FitriasariIya Mak Riski. Coba kalau yang janjinya tukang kampanye, kek gimana ya ditagihnya? #eeh

    BalasHapus
  4. @LAdangduters
    Kayaknya suadaranya Agus, Agas hehehe

    BalasHapus
  5. Kepolosan mereka...justru yang ndak bisa kita umbar sama janji semata ya mbak... :)

    Sy seneng sama cerita dan gaya tulisannya :)
    Salam..

    BalasHapus

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.