Top Social

Bring world into Words

Kita Tidak Pernah Sendiri

Jumat, 24 Februari 2012

لَهُ مُعَقِّبَاتٌ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ يَحْفَظُونَهُ مِنْ أَمْرِ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ ۗ وَإِذَا أَرَادَ اللَّهُ بِقَوْمٍ سُوءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُ ۚ وَمَا لَهُمْ مِنْ دُونِهِ مِنْ وَالٍ   


"Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia" (Q.S Ar-Ra'ad : 11).

Ternyata kita tidak pernah sendiri, You are not alone kalau dibiang mendiang Jacko.  Artinya? Kemana kita melangkah selalu ada yang menemani. Ada malaikat Raqib dan Atid yang setia mencatat amalan kita. Raqib yang antusias melaporkan amalan kita meski baru terlintas dalam hati, sebatas niat saja. Atid yang kalem menunggu waktu untuk melapor saat kita bener-bener jadi menjalankan niat buruk kita. Baru terlintas, Atid masih mendiamkan dan baru melapor' setelah kita bener-bener melakukan rencana 'buruk' kita.



Lalu siapa yang bergiliran?
Ngutip dari tafsir Al Azharnya Buya Hamka, selain Raqib dan Atid ada malaikat lain yang menjaga kita  
secara bergiliran. Datang secara pada waktu shubuh dan ashar. Dari hadits yang dirawikan oleh Imam Ahmad, Rasulullah bersabda :
Tidak seorang pun di antara kamu melainkan telah diwakikan untuknya temannya dari jin dan temanya dari malaikat. Mereka berkata : Engkau pun ya Rasulullah? Beliau menjawab: Aku pun! Tetapi Alah selalu menolongku atasnya, maka tidaklah dia menyuruhkan kepadaku melainkan yang baik-baik saja.

Jadi setiap kita sudah disediakan Allah masing-masing malaikat yang menjaga.  Kalau kita lalai, maka Qarin atau teman yang satu lagi akan mempengaruhi yaitu jin atau setan.

Dalam surat Az-Zukhruf surat 43 ayat 36 keterangan ini dikuatkan lagi:  "Barangsiapa yang berpaling dari pengajaran Tuhan Yang Maha Pemurah (Al Quran), kami adakan baginya syaitan (yang menyesatkan) maka syaitan itulah yang menjadi teman yang selalu menyertainya."

Nah, selama zikir kita kepada Allah masih kuat ditambah dengan amalan lain yang teguh pengawalan malaikat akan bertambah banyak dan kalau lalai maka pengaruh setan yang lebih kuat.

Ngomongin soal Qarin, ternyata kita setiap manusia yang lahir itu punya 'pengikut' lho.  DAlam satu acara talk show di radio, narsumnya menjelaskan kalau setiap kita punya pendamping alias qarin. Dari lahir sampai meninggal dia akan selaku mengikuti kemana kita pergi. Makanya ga heran ya kalaua da orang yang meninggal kadang selalu ada kasak-kusuk melihat penampakan mendiang. Padaha nih logikanya  pemahaman seorang muslim, orang yang sudah meninggal ruhnya kembali kepada sang Khalik, Allah SWT. Jenazahnya? Kembali luruh dengan bumi dimamah cacing dan teman-temanya. Kalau dia seorang muslim yang shaleh/ah, tentunya dia bakal menikmati 'istirahat' panjang seperti tidurnya pengantin. Nah, ngapain dia ganggu teman-temannya yang masih hidup ya? Kalau dia bukan seoranng yang shaleh/ah, boro-boro ganggu, yang ada juga dia repot ngadepin 'horor' siksa kubur nan mengerikan. Naudzubillahi min dzaliik.

Jadi siapa dong yang suka 'nongol' itu? Ya si Qarin itu lah. Secara dia selalu mengikuti manusia sejak lahir sampai meninggal, dari bangun sampai tidur dan bangun lagi, kemana aja melangkah dia setia 'ngekor'. Jadi gimana ga, pastilah dia hafal kebiasaan kita, gerak gerik kita dan semuanya yang melekat dengan keseharian kita. Yakinlah mereka yang sudah 'kembali' ke alamnya tidak bisa menganggu. Masing-masing sibuk dengan urusan dan tanggung jawabnya.

O, ya ngomongin soa Qarin, narsum dalam acara tersebut menjelaskan hadits (CMIIW), saya lupa lagi tapi yang jelas khusus Qarin yang 'ngekor' Rasulullah itu ditakdirkan Allah sebagai hamba yang shaleh, tidak berani mengganggu atau menampakkan diri pada manusia dan membuat kehebohan-kehebohan lainnya.

Soal mimpi bertemu Rasulullah daam hadits lain dijamin kebenarannya, karena Allah sudah menjamin setan tidak bisa nyaru menyerupai Rasulullah SAW.

Tuh kan, kita sebenernya ga sendiri, siapa yang bakal lebih kuat 'nemenin' tergantung dari amalan kita.   
Post Comment
Poskan Komentar

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.