Top Social

Bring world into Words

Belajar dari semut

Rabu, 04 Agustus 2010






Malem semua, sebelum aku posting ini aku nyempetin baca ensiklopedi sambil nunggu giliran ma adik pake internetan hehehe. SO, bukan suatu kebetulan ya aku pikir karena nemu tulisan yang bagus tentang semut.
Yup, dalam Al Quran ada banyak nama hewan kan yang dipakai sebagai nama Surat. Contohnya Lebah dengan An-Nahl, Gajah dengan Al-FIll dan Semut dengan An-Naml. 
Nah, soal semut ini yang mau aku share nih teman-teman. Jadi begini ceritanya.
Seorang ilmuwan membuat penelitian tentang semut (kesannya isenng tapi inspiring banget). Seekor semut membawa biji-bijian dan mendaki ke puncak batu Si Ilmuwan ini meneliti antara berat semut dengan berat biji yang dibawanya,  mengukur ketinggian tempat yang didaki oleh semut untuk membawa biji-bijian tadi. Hasilnya dia menemukan kalo seseorang ingin menjadi sekua semut (relatif), dia harus memikul di atas bahunya beban seberat 1.000 kg serta menaiki titikan tangga sebanyak 7 tingkat! ck ck ck....

Nah, dikisahkan ada seorang panglima perang kalah dalam sebuah pertempuran. Dia dan anak buahnya lari tunggang langgang. Setelah itu dia memobilisasi kembali pasukannya dan mengerahkannya untuk mengusir musuh dan merebut kembali tanah airnya.  Tapi lagi-lagi dia mengalami kekalahan dan pasukannya tercerai berai. Lalu, dia duduk di bawah batu dengan sedihnya dan bingung gak tahu barus berbuat apa lagi. Dalam kesedihannya itu secara tidak sengaja dia melihat seekor semut berjalan di atas sebuah batu dengan membawa beban yang jauh lebih berat dari tubuh semut itu. Semut berusaha untuk memikul serta menaiki batu besar tersebut, tapi sebelum sampai ke puncak batu besar  semut itu jatuh ke  tanah bersama bebannya. Semut itu tidak punya pilihan lain selain kembali dari semula untuk membawa beban tersebut ke atas. Kemudian semut itu kembali menuju batu besar dan mulai naik. Ketika berada di tengah jalan, semut itu lagi-lagi terpeleset dan jatuh kembali ke tanah.
Panglima itu terus mengamati semut itu berulang-ulang yang ga pernah putus asa sampai 40 kali berulang-ulang! Pada percobaan yang ke 41 kalinya, semut itu berhasil sampai di puncak batu besar. (Yeayyyy! :D)
Akhirnya Panglima inni mengambil palajaran yang sangat berharga dari semut tadi, yaitu semangat pantang menyerah dan putus asa selama masih ada nafas dan tenaga yang tersisa. Lalu, si Panglima kembali ke negerinya dan memobilisasi tentaranya. Pasukan lawan tercengang. Setelah beberapa kali berusaha melakukan perlawanan akhirnya dia dapat mengalahkan lawannya dan mencapai kemenangan.
Malem semua, sebelum aku posting ini aku nyempetin baca ensiklopedi sambil nunggu giliran ma adik pake internetan hehehe. SO, bukan suatu kebetulan ya aku pikir karena nemu tulisan yang bagus tentang semut.

Subhanallah ya, mahluk sekecil itu bisa jadi jalan hikmah dan inspirasi buat Manusia. Kita adalah sebaik-baiknya mahluk ciptaan Allah SWT, dibekali dengan akal, fasilitas yang memadai jauh sekali dbanding semut itu.
 Yuuk ah, jangan mudah menyerah meraih cita-cita ya. Visi bakal tercapai kalo dibarengi Misi.


*taken from : Ensiklopedi Mukjizat Ilmiah Hadist Nabi: Serangga, Laba-laba dan Mikroba. Dr. Ahmad Syawqi Ibrahim. Penerbit: Arkan Leema
2 komentar on "Belajar dari semut"

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.