Top Social

Bring world into Words

First Eid

Rabu, 08 Oktober 2008
30 september sore hari.
Lepas adzan maghrib, gema takbir mulai berkumandang... Indahnya, gema suaranya mengangkasa menembus awan. Rasa kangen pada Ramadhan dan keharuan di malam takbir, perasaan yang mungkin hanya muncul setahun sekali... I miss eid night a lot:-).
Jam 10 malem aku belum ngantuk, film kun faayakun di tv jadi tontonan pas. Hwaaa, temanya sederhana tapi beneran bagus. Heran ya, kenapa apresiasi masyarakat kita payah banget? Apa karena ga menjual cinta? Ga nge pop? Padahal pesan yang disampaikan filmnya juga nunjukin betapa cinta dari yang maha besar ternyata selalu hadir menyapa?
Ah, sudahlah next time aja ngebahasnya ya.
Subuh hari, setelah shalat subuh aku dan keluarga siap-siap menuju masjid buat shalat ied. Akhirnya dapet tempat juga, tepat dihalaman masjid deket pilar. Belum lama aku dan adikku duduk, mata kita langsung tertuju pada kotak kencleng dengan bentuk yang rada 'aneh'. Bentuknya setengah tabung ditutup kain warna ijo. Sekilas sih biasa aja, tapi tulisan berbahasa arab di atas kainnya itu yang bikin bulu kuduk 'melek'. Inna lillahi wainnailaihi rojiuun... Lah, kok kotak amal tampak horor ya?lebih mirip miniatur keranda...
By the way khutbah ied pagi itu bagus lho. Yang masih nempel diingatin, adalah 3 hal yang bisa membuat orang jadi mulia.
1. Memberi pada orang yang tidak pernah memberi.
2. Menyambungkan tali silaturahmi pada orang yang memutuskan.
3. Memaafkan orang yang pernah membuat kita teraniaya.
Sound simple but not easy huh?
Post Comment
Poskan Komentar

Silakan tinggalkan jejak di sini, saya bakal kunjung balik lewat klik profil teman-teman. Mohon jangan nyepam dengan ninggalin link hidup. Komentar ngiklan, SARA dan tidak sopan bakal saya delete.